Pengertian Qona'ah - Ikhlas Menerima Pemberian-Nya

Pengertian Qona'ah - Ikhlas Menerima Pemberian-Nya

Pengertian Qona'ah
Qana’ah adalah rela dan menerima pemberian Allah Swt adanya khususnya dalam hal rezeki.

Qona’ah merupakan salah satu sifat orang mukmin sejati. Dengan sikap ini, ia akan selalu merasa bahagia dan tenteram dalam menjalani hidup. Sifat qonaah ini pula yang membuatnya tidak tamak (serakah) dan mampu menahan keinginan hawa nafsu duniawi.

Qona’ah adalah sikap menerima dengan ikhlas pemberian Allah SWT, apa adanya, dengan kondisi apa pun, dengan keyakinan itulah yang terbaik baginya sesuai iradah (kehendak) Allah SWT karena hanya Dia Yang Mahatahu yang terbaik bagi dirinya.

Sifat atau sikap qonaah muncul karena keyakinan dalam diri bahwa reezeki telah tertulis atau dietapkan Allah SWT sejak dirinya berada di dalam kandungan ibunya.

Dalam hadits dari Ibnu Mas’ud ra disebutkan, Rasulullah Saw bersabda:

“Kemudian Allah mengutus kepadanya (janin) seorang malaikat lalu diperintahkan menulis empat kalimat (ketetapan), maka ditulislah rizkinya, ajalnya, amalnya, celaka dan bahagianya.” (HR. al-Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Sikap qonaah juga dibangun dari kesadaran dan keyakinan, bahwa Allah SWT menentukan perbedaan rezeki dan tingkatan seorang, ada kaya-miskin, kelebihan dan kekurangan, supaya terjadi dinamika kehidupan, saling tukar manfaat, tumbuh aktivitas perekonomian, serta agar antara satu dengan yang lainnya saling memberi kan pelayanan dan jasa.

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kami telah menentu kan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. az-Zukhruf:32)


Berikut ini hadits-hadits tentang qanaah dan keutaman qonaah:


“Terimalah (dengan ridha) pembagian yang Allah tetapkan bagimu, maka kamu akan menjadi orang yang paling kaya (merasa kecukupan).” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya dan Allah menganugrahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezeki yang Allah berikan kepadanya” (HR. Muslim).

Qona'ah


"Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup" (HR. Bukhari dan Muslim).

“Siapa di antara kalian yang merasa aman di tempat tinggalnya, diberikan kesehatan pada badannya, dan ia memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah ia telah memiliki dunia seluruhnya.” [HR Bukhari, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Dalam kitab Syarah Shahih Muslim disebutkan, arti sabda “yang secukupnya” adalah “yang sekadar memenuhi kebutuhan, tidak lebih dan tidak kurang”.

Nasihat bijak mengatakan, untuk hidup bahagia, kita harus berusaha memenuhi kebutuhan (need), bukan mengejar keinginan (will).

Kebutuhan adalah yang kita perlukan untuk menjalani hidup. Keinginan adalah angan-angan, bahkan hawa nafsu, sehingga muncul istilah “keingian tiada akhirnya” karena setelah satu keinginan dicapai, keinginan lain akan muncul. 

Demikian Pengertian Qona'ah - Ikhlas Menerima Pemberian-Nya. Wallahu a’lam.*

Terima kasih sudah membaca Pengertian Qona'ah - Ikhlas Menerima Pemberian-Nya. Mari sebarkan kebaikan!

Previous
« Prev Post

Artikel tentang Islam & Muslim lainnya

Inilah Islam
Inilah IslamUpdated: Sunday, June 24, 2018

0 comments:

Post a Comment