Cara Menjawab "Apa Kabar" Menurut Islam

syukur nikmat dalam islam
JIKA kita ditanya teman, "Apak Kabar?", maka biasanya kita menjawab "Kabar Baik". Padahal, menjawab pertanyaan "Apa Kabar" menurut Islam tidak cukup dengan "Kabar Baik", tapi harus ditambah dengan "Hamdalah" (Alhamdilillah) sebagai ungkapan syukur.

Kisah berikut ini menunjukkan bagaimana cara menjawab "apa kabar" menurut Islam.

Ishak bin Abdullah bin Abi Thalhah menceritakan, pada suatu hari datanglah seorang laki-laki ke hadapan Rasulullah Saw.

"Bagaimana keadaanmu?" tanya Rasul kepada orang itu.
"Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah untukmu, wahai Nabi!" jawab orang itu. Mendengar jawaban tersebut, Rasul lalu mendoakannya.

Pada hari selanjutnya, orang tersebut kembali datang menemui Rasul. Seperti pada pertemuan pertama, Rasul pun menanyakan keadaannya. "Bagaimana keadaanmu?"

"Baik," jawab orang tersebut pendek. Rasul hanya diam mendengar jawaban itu. Maka, dengan nada heran orang itu bertanya. "Ya Rasulullah, kemarin engkau menanyakan keadaanku, lalu engkau mendoakanku. Hari ini engkau bertanya kepadaku, tetapi tidak mendoakanku. Mengapa demikian?"

Rasulullah Saw menjawab, "Ketika aku bertanya kepadamu, engkau bersyukur kepada Allah. Sedangkan hari ini aku bertanya, tetapi engkau diam saja, tidak bersyukur kepada-Nya (tidak mengucapkan hamdalah, hanya menjawab “baik’)".

Kisah singkat tersebut juga menunjukkan, kita harus selalu mensyukuri nikmat kesehatan, minimal dengan mengucapkan "hamdalah", baik hanya dalam hati maupun diucapkan.. Jadi, jika ditanya apa kabar, jawablah: ”Baik, Alhamdulillah”. Wallahu a’lam.*

Terima kasih sudah membaca Cara Menjawab "Apa Kabar" Menurut Islam. Mari sebarkan kebaikan!

Previous
« Prev Post

Artikel tentang Islam & Muslim lainnya

Inilah Islam
Inilah IslamUpdated: Tuesday, October 29, 2013

0 comments:

Post a Comment