Salafi, Wahabi, Syi'ah, dan Ahmadiyah


Salafi, Wahabi, Syi'ah, dan Ahmadiyah adalah empat "kata kunci" atau istilah dan isu yang terus muncul sepanjang sejarah Islam, sepeninggal Nabi Muhammad Saw. Di Indonesia, keempat isu itu terus muncul dan seakan tak pernah ada selesainya, khususnya kasus Syi'ah dan Ahmadiyah.

Salafi

Salafi adalah julukan bagi kelompok Muslim yang dianggap terlalu "ketat" dalam menjalankan ajaran Islam, khususnya dalam hal "cabang" (furu'iyah). Mereka dinilai kaku dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam, bahkan dalam soal pakaian pun harus mirip umat Islam generasi awal (Salaf) di Arab Saudi alias "pakaian ala bangsa Arab". Mereka seolah lupa, busana kaum Muslim dan kaum kaum kafir Quraisy saat itu sama, yaitu sama-sama pakaian tradisional Arab --agamis.

Sejatinya, Salafi atau Salafiyah adalah pemahaman yang baik, yaitu menyerukan pemahaman dan pengamalan Islam yang murni, tanpa bid'ah, sebagaimana Islam yang diamalkan Nabi Saw dan Para Sahabat serta generasi salaf --generasi Islam terdahulu.

Wahabi

Wahabi sejatinya bagian dari gerakan Salafiyah, yaitu gerakan pemurnian pemahaman dan pengamalan Islam. Entah kenapa, sebutan Wahabi saat ini lebih berkonotasi negatif. Padahal, sebenarnya jukukan Wahabi itu awalnya diberikan kepada pengikut Ahmad bin Abdul Wahab, pelopor kebangkitan Islam sekaligus perintis berdirinya Kerajaan Arab Saudi bersama Abdul Aziz As-Saud.

Bisa dipastikan, mereka yang "membenci" Salafi dan Wahabi di antaranya adalah mereka yang merasa terusik dengan gerakan pemurnian ajaran Islam, yaitu para ahli bid'ah, yakni mereka yang mengamalkan ajaran islam dengan menambah-nambah tatacara ibadah atau amalan yang tidak pernah dilakukan Nabi Saw dan para sahabat.

Syi'ah

Syi'ah adalah aliran atau paham yang meyakini Ali bin Abi Thalib yang paling berhak menggantikan Nabi Muhammad Saw sebagai pemimpin kaum Muslim (Khalifah). Kelompok Syi'ah adalah mereka yang "mendewakan" Ali secara berlebihan.

Kelompok Syi'ah memiliki keyakinan yang berbeda dengan umat Islam pada umumnya, misalnya Syi'ah tidak mengakui kepemimpinan Abu Bakar, Umar, dan Utsman --tiga khalifah sebelum Ali. Bahkan, kelompok Syi'ah sangat membenci ketiga sahabat utama Rasulullah Saw ini, sampai-sampai ada doa khusus yang berisi kecelakaan bagi ketiganya di kalangan Syi'ah.

Syi'ah juga tidak mengakui hadits-hadits selain yang diwiwayatkan oleh Siti Fatimah, putri Rasulullah Saw. Mereka bahkan memiliki Al-Quran versi sendiri yang berbeda dengan Al-Quran umat Islam.

Ahmadiyah

Sebagaimana Syi'ah, Ahmadiyah adalah duri dalam daging di tubuh umat Islam. Sebagaimana Syi'ah, kelompok atau aliran Ahmadiyah pun dianggap sudah keluar dari Islam karena keyakinannya sudah keluar dari keyakinan umat Islam sebenarnya.

Sebagaimana Syi'ah yang punya kitab suci tersendiri, Ahmadiyah pun punya Al-Quran versi mereka, yaitu Tadzkirah, yang isinya merupakan ayat-ayat Al-Quran yang sudah dimodifikasi atau dirombak demi kepentingan mereka.

Keyakinan utama Ahmadiyah yang melenceng dari Islam adalah keyakinan bahwa ada Nabi terakhir setelah Nabi Muhammad, yaitu Ghulam Ahmad dari India. Ghulam Ahmad inilah pendiri Ahmadiyah dengan dukungan penuh penjajah Inggris yang saat itu menjajah India. Inggris mendukung Ghulam Ahmad untuk melemahkan umat Islam India.

Posting tentang Salafi, Wahabi, Syi'ah, dan Ahmadiyah ini tidak dimaksudkan sebagai bahasan lengkap, tapi hanya sebagai panduan bagi pemula yang ingin memahami Islam dengan benar. Semoga bermanfaat. Wallahu a'lam. (www.inilahrisalahislam.blogspot.com).*

Terima kasih sudah membaca Salafi, Wahabi, Syi'ah, dan Ahmadiyah. Mari sebarkan kebaikan!

Previous
« Prev Post

Artikel tentang Islam & Muslim lainnya

Inilah Islam
Inilah IslamUpdated: Saturday, September 21, 2013

1 comments: