Bahaya Utang

Nabi Muhammad Saw selalu meminta perlindungan kepada Allah  dari banyak utang  dengan doanya:  Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang) (HR. Bukhari dan Muslim).

“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan utangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi).  Yang dimaksud "urusannya masih menggantung"  adalah tidak bisa kita katakan ia selamat atau sengsara sampai dilihat utangnya tersebut lunas atau tidak. Hadits ini dorongan agar ahli waris segera melunasi utang yang meninggal dunia.

“Siapa saja yang berutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah).

“Jika orang yang berutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.” (HR. Bukhari).

“Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar utang.” (HR. Bukhari).

“Jika seorang muslim memiliki utang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi utang tersebut, maka Allah akan memudahkannya untuk melunasi utang tersebut di dunia”. (HR. Ibnu Majah dan An -Nasai).

"Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berutang (yang ingin melunasi utangnya) sampai dia melunasi utang tersebut selama utang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah). Wallahu a'lam.*

Terima kasih sudah membaca Bahaya Utang. Mari sebarkan kebaikan!

Previous
« Prev Post

Artikel tentang Islam & Muslim lainnya

Inilah Islam
Inilah IslamUpdated: Tuesday, January 15, 2013

0 comments:

Post a Comment