Rukyah

SEIRING maraknya pengobatan alternatif, mengemuka pula pengobatan alternatif Islami yang dikenal dengan Rukyah (Ruqyah)? Nabi Muhammad Saw bersabda, "Tidak apa-apa ruqyah itu selama tidak mengandung syirik" (HR Muslim).

Bisa dikatakan, Rukyah merupakan upaya untuk mengusir jin dan segala macam gangguannya dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran. Bagi jin yang mengganggu dan jahat, bacaan Al-Quran terutama pada ayat tertentu yang dibaca dengan baik dan benar oleh orang yang saleh dan bersih imannya, akan sangat ditakuti. Para jin jahat akan merasakan panas yang membakar dan mereka pun pergi.

Ayat-ayat Al-Quran yang paling sering digunakan dalam Rukyah adalah Ayat Kursi, beberapa penggalan ayat dalam Surat Al-Baqarah (tiga ayat terakhir), Surat Ali Imron, Surat Yasin, Surat Al-Jin, surat Al-Falaq, dan Surat An-Naas.

Tetapi bila dalam Rukyah menggunakan cara-cara yang menyimpang, apalagi dengan melanggar syariat dan akidah, tidak boleh dilakukan. Misalnya, bila orang itu bilang bahwa jin itu minta sesajen, minta kembang, atau dikorbankan hewan sembelihan sebagai tumbal, itu syirik. Setidaknya, Rukyah pun berpotensi mengarah kepada syirik jika tidak dilakukan dengan sangat hati-hati dan oleh orang yang beriman dan saleh.

Agar pelaksanaan Rukyah sesuai dengan Syariat Islam, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Bacaan Rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits.
  • Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
  • Berkeyakinan bahwa Rukyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan takdir Allah SWT.
  • Tidak isti‘anah (meminta tolong) kepada dengan jin atau yang lainnya selain Allah Swt.
  • Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
  • Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
  • Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan akidah, akhlak terpuji, dan istiqomah dalam ibadah (swaramuslim.net).
Imam Ibnu Qayyim, seperti dikutip Syariah Online, mengatakan, di antara obat yang paling mujarab untuk melawan sihir akibat pengaruh jahat setan adalah dengan pengobatan syar’i, yaitu dengan dzikir, do’a, dan bacaan-bacaan yang bersumber dari Al-Qur’an. Jiwa seseorang jika dipenuhi dengan zikir, wirid, dan mensucikan nama Allah, niscaya akan terhalangi dari pengaruh sihir. “Orang yang terkena sihir bisa sembuh dengan membaca Rukyah sendiri atau dari orang lain dengan ditiupkan pada dada atau tubuh yang sakit sambil membaca zikir dan doa,” katanya. Wallahu a'lam.*

Terima kasih sudah membaca Rukyah. Mari sebarkan kebaikan!

Previous
« Prev Post

Artikel tentang Islam & Muslim lainnya

Inilah Islam
Inilah IslamUpdated: Thursday, February 02, 2012

0 comments:

Post a Comment